Sabtu, 23 Februari 2013

Praktik Budaya Salam bagi Pelajar Madrasah

Diposting oleh Unknown di 02.02
Wawancara dengan salah satu pelajar Madrasah
Assalamu’alaikum merupakan salam dalam Bahasa Arab, dan digunakan oleh kultur Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang dapat merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Untuk yang mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya.
Sebelum terbitnya fajar Islam, orang Arab biasa menggunakan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti Hayakallah yang artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup, kemudian Islam memperkenalkan ungkapan Assalamu‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu Al-Arabi di dalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan bahwa Salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu".

Adapun makna dari Assalamu’alaikum adalah sebagai berikut :
1.    Salam bukan sekedar ungkapan kasih-sayang, tetapi memberikan juga alasan dan logika kasih-sayang yang di wujudkan dalam bentuk doa pengharapan agar kita selamat dari segala macam duka-derita. Tidak seperti kebiasaan orang Arab yang mendoakan untuk tetap hidup, tetapi Salam mendoakan agar hidup dengan penuh kebaikan.
2.    Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tak satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.
3.    Perhatikanlah bahwa ketika seseorang mengatakan kepada anda, "Aku berdoa semoga kamu sejahtera." Maka ia menyatakan dan berjanji bahwa kita aman dari tangan(perlakuan)-nya, lidah(lisan)-nya, dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga-diri kita (id.wikipedia.org/wiki/Assalamu_alaikum diakses : 24/11/2011).
Pendapat dari sebagian besar siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 mengetahui apa yang dimaksut dengan salam (assalamualaikum). Bagi mereka, salam (assalamualaikum) merupakan sapaan bagi sesama Muslim, dan di dalam salam tersebut juga mengandung doa tentang keselamatan bagi orang yang diberi salam. Tetapi sayangnya ada sebagian kecil dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang tidak mengetahui tentang makna dari salam tersebut. Sebagian kecil dari mereka mengaku tidak mengetahui makna dari ucapan salam. Mereka hanya mengucapkan salam sebagai formalitas saja, seperti ketika hendak membuka forum diskusi dan lain sebagainya. Selain itu, sebagian kecil dari mereka yang tidak mengetahui makna dari salam itu sendiri mengatakan bahwa mereka mengucapkan salam hanya karena mengikuti budaya yang ada di sekitarnya saja (wawancara, 05/12/2011).
Ibnu Al-Arabi di dalam Ahkamul Qur’an mengatakan:
“Tahukah kamu arti Salam? Orang yang mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahwa kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.”
Dalam sebuah Hadits dikatakan:
“Muslim sejati adalah bahwa dia tidak membahayakan setiap Muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya”
Jika kita memahami Hadits ini saja, sudahlah cukup untuk memperbaiki semua umat Muslim. Karena itu Muhammad sangat menekankan penyebaran pengucapan Salam antar sesama Muslim dan beliau menyebutnya sebagai perbuatan baik yang paling utama di antara perbuatan-perbuatan baik yang kita kerjakan. Ada beberapa Sabda Muhammad yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antar seluruh Muslim.
Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)
Melalui Abu Hurairah ra., Muslim meriwayatkan bahwa Rasul saw. Bersabda yang artinya “Kamu tidak bisa masuk surga sehingga kamu beriman dan kamu tidak beriman sehingga kamu saling mengasihi. Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang apabila kamu melakukannya, niscaya kamu saling mengasihi? Sebarkanlah salam di antara kalian.”
Diriwayatkan oleh Ad-Darimi, Tirmidzi, Ibnu Majah dan lainnya, dengan isnad-isnad yang baik, dari Abdullah bin Salam RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Hai manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan (kepada orang miskin) dan sambunglah hubungan kekeluargaan. Sembahyanglah di saat orang-orang sedang tidur, niscaya kamu masuk surga dengan selamat.” Tirmidzi menggolongkan sebagai hadis sahih.
Ibnu Majah dan Ibnu Sunni meriwayatkan dari Abu Umamah ra. yang berkata: ‘Nabi menyuruh kami agar menyebarkan salam.’
Adapun memberi salam kepada semua orang, maka berarti ia tidak boleh sombong kepada siapa pun dan tidak terdapat antara dia dan seseorang pertengkaran yang menyebabkan tidak memberi salam.
Adapun bersedekah dalam keadaan kekurangan, maka berarti kesempurnaan kepercayaan kepada Allah SWT, penyerahan diri kepada-Nya dan kasih sayang kepada kaum muslimin.
Kita mohon kepada Allah SWT yang Maha Pemurah agar memberikan taufik bagi seluruh perkara itu (Imam Annawawi, 1994:393).
Jelas sudah betapa pentingnya salam dalam upaya menciptakan rasa cinta di antara sesama Muslim, bahkan diantara sesama manusia. Tidak mengheranjan jika Nabi Muhammad SAW menyuruh kita untuk menebarkan salam dan jangan meremehkannya dalam sabda-sabda beliau.
Nabi SAW bersabda:
“Jika seseorang di antara kamu bertemu dengan saudaranya, hendaklah ia mengucapkan salam kepadanya.”
Dari uraian tersebut, dapat diketahui bahwa salam merupakan sapaan yang penting, karena di dalam salam tersebut terdapat doa. Karena fungsi salam yang begitu penting ini seharusnya salam begitu kental dalam umat Islam. Tetapi sayangnya, budaya salam ini sudah mulai luntur, terutama dikalangan pelajar Madrasah. Dari hasil observasi, mayoritas siswa-siswi Madrasah sudah jarang yang mengucapkan salam.
Penerapan budaya salam di MAN Kota Kediri 3 masih kurang, karena belum semua siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang menerapkan salam. Mayoritas dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 mengaku belum maksimal dalam  menerapkan budaya salam. Hal ini dapat dilihat dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang menerapkan salam diwaktu-waktu dan ditempat-tempat tertentu saja. Meskipun ada beberapa siswa-siswi yang mengaku sudah sering mengucapkan salam.
Dalam ruang lingkup Madrasah, salam satu penerapan salam adalah ketika masuk ke kelas atau ruangan. Pada saat masuk kelas maupun masuk ke ruangan, sebagian besar siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 mengaku sudah menerapkan budaya salam. Mereka yang mengaku sering mengucapkan salam pada saat masuk kelas ini karena mereka sudah dibiasakan dan terbiasa dengan mengucapkan salam disaat masuk kelas atau ruangan. Tetapi ada sebagian kecil dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang mengaku jarang bahkan hampir tidak pernah mengucapkan salam ketika masuk kelas atau ruangan. Mereka yang mengaku jarang bahkan tidak hampir tidak pernah mengucapkan salam ketika masuk kelas atau riangan ini karena mereka malas untuk melakukannya (wawancara, 03/12/2011).
Selain penerapan budaya salam ketika masuk kelas atau ruangan, penerapan budaya salam juga dilakukan ketika bertemu dengan orang yang dihormati seperti bapak ibu guru, bapak kepala madrasah, dan lain-lain. Penerapan budaya salam dalam hal ini masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari tidak semua dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang mengaku sering mengucapkan salam kepada Bapak Ibu guru ketika bertemu. Ada sebagian dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang mengaku sering mengucapkan salam kepada bapak ibu guru sebagai rasa hormat. Tetapi sebagian besar dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 mengaku jarang mengucapkan salam kepada Bapak Ibu guru, mereka hanya menyapa tanpa mengucapkan salam kepada Bapak Ibu guru. Bahkan sebagian kecil dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 mengaku tidak pernah mengucapkan salam ketika bertemu dengan Bapak Ibu guru dengan alasan yang bermacam-macam (wawancara, 03/12/2011).
Penerapan budaya salam juga meliputi ketika bertemu dengan teman. Dalam hal ini, budaya salam sangat luntur karena sebagian besar dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 mengaku jarang bahkan tidak pernah mengucapkan salam ketika bertemu dengan teman. Meskipun ada beberapa siswa-siswi yang mengaku sering mengucapkan salam kepada teman, tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang mengaku sering mengucapkan salam kepada teman adanya karena dorongan dari diri mereka untuk mendoakan sesamanya dan mereka memang sudah terbiasa mengucapkannya. Sedangkan siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang tidak mengucapkan salam ketika bertemu dengan temannya mempunyai berbagai macam alasan. Diantara dari alasan-alasan mereka adalah mereka merasa malu jika menyapa menggunakan salam karena mereka takut dianggap sok alim, mereka meresa gengsi dan malu untuk mengucapkan salam, mereka takut jika salam mereka tidak dijawab, ada pula dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang mengatakan bahwa menyapa menggunakan salam itu terlalu formal dan tidak lues (wawancara, 15/12/2011).
Dari hasil wawancara, mayoritas siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 mengangap bahwa penerapan budaya salam di MAN Kota Kediri 3 masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang belum maksimal dalam menerapkan salam. Tetapi ada sebagian kecil dari siswa-siswi MAN Kota Kediri 3 yang berpendapat bahwa penerapan budaya salam di MAN Kota Kediri 3 sudah baik, alasan mereka adalah karena di MAN Kota Kediri 3 setiap kali membuaka forum-forum atau pada saat membuka dan meutup pelajaran, guru-guru di MAN Kota Kediri 3 selalu mengucapkan salam. Sehingga hal ini dapat memacu siswa-siswi untuk membudayakan salam (wawancara, 05/12/2011).



0 komentar:

Posting Komentar

 

My Blog Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting